ARTIKEL
WASPADA DALAM BERKARIR
STRATEGI BERKARIR 
(bagian #1)
(bagian #1)
- Saat ini (sebenarnya sudah sejak lama juga) antara jumlah pencari kerja dengan lapangan kerja semakin senjang. Wajar saja sebuah lowongan kerja akan diperebutkan oleh lebih dari 10 pencari kerja. Bahkan jika kita melihat berita-berita tentang perebutan peluang kerja, rasio persaingan pencari kerja bisa 1:500. Sebuah angka yang sebenarnya mengerikan (meskipun banyak orang menganggap biasa saja, karena tidak bisa kerja toh tidak pernah kelaparan, dengan subsidi terus menerus dari orang tua).
- Dampak yang muncul dari ketatnya persaingan tersebut adalah semakin lemahnya posisi pencari kerja. Sudah bukan hal aneh, munculnya model karyawan kontrak dengan variasi kontrak yang lebih lengkap, bukan hanya durasi tahunan, tapi juga sudah mulai muncul kontrak kerja durasi bulan. Dulu begitu mudahnya menjadi karyawan tetap pada suatu perusahaan. Sekarang tentu tidak semudah dulu.
- Kondisi ini tentu bisa dipandang bermakna positif maupun negatif. Saat ini karena kita (orang biasa) mungkin sulit mengubah sistem lebih baik berpandangan positif saja.
- Bagi perusahaan dengan model seperti itu (kontrak/ tidak langsung tetap) akan memiliki kesempatan mendapatkan karyawan yang memang benar-benar bisa diandalkan bagi kemajuan perusahaan, bukan karyawan yang hanya berlindung pada gaji rutin dan jaminan pensiun.
- Dari sisi karyawan (kita terlanjur berfikir dari sisi positif), nilai positifnya adalah punya kesempatan pindah-pindah tenpat kerja, dicari mana yang paling menguntungkan. Juga alih-alih kesempatan untuk membiasakan diri bersaing, berhati-hati dengan bekerja sebaik mungkin.
- Wujud kewaspadaanya antara lain:
- Menjalankan pekerjaan dengan sebaik mungkin. Prinsipnya, jika kita bisa melakukan dengan lebih baik, baik saja belumlah cukup. Dengan caa demiikian kita akan tergolong karyawan yang grade A
- Sedini mungkin, seawal mungkin, tidak ditunda-tunda segera menyisihkan sebagian (makin besar makin baik) dari penghasilan kita untuk membangun aset, harta yang pada saatnya nanti bisa sebagai andalan penghasilan kita.
- Selamat Mencoba.

Dikirim tgl 02 Jul 2011 oleh edu
Turunkan Emisi Karbon di Rumah
Destia Mariana (26) tidak pernah menyangka kalau kamar dan rumahnya
juga penghasil polusi gas rumah kaca yang memicu pemanasan global dan
perubahan iklim. Itu baru diketahuinya ketika ia secara sukarela
membeberkan aktivitas kesehariannya kepada Klinik Diet Karbon yang
digelar dalam Clinic Help-Climate Justice for Earth di Taman Suropati,
Minggu (25/4/2010).
Dikirim tgl 10 May 2010 oleh edu
Debu dan Asap Rokok Penyebab Utama Asma
Debu dan asap rokok berada pada peringkat pertama dan kedua penyebab seseorang mengalami asma. Demikian disampaikan Ketua Dewan Asma Indonesia Prof dr Faisal Yunus dalam peringatan Hari Asma Sedunia


Dikirim tgl 10 May 2010 oleh edu
LANGKAH MUDAH MEMBUAT BUKU
Nyawa sebuah buku—apa pun jenis buku itu—terletak pada apakah di dalam buku tersebut ada ide atau gagasan. Buku hanya terdiri atas sederetan teks yang disusun secara berkelompok menjadi bab-bab dan sub-subbab. Kadang, di lembar-lembar halaman buku itu terdapat semacam gambar atau ilustrasi. Namun, apa pun bentuk dan jenis buku tersebut, jika di dalamnya tak ada ide, buku itu tak bisa dikatakan “hidup”.
Dikirim tgl 11 May 2008 oleh edu




Selamat datang di situs resmi SOB Schoolof Business. Situs ini diharapkan bisa menjadi pusat informasi bagi seluruh sivitas akademika di lingkungan SOB School of Business maupun untuk masyarakat umum. 
